Tumor ada dua macam yaitu tumor jinak (tumor) dan tumor ganas
(kanker). Tumor jinak hanya tumbuh dan membesar, serta tidak menyebar ke luar
jaringan. Sedangkan tumor ganas adalah kanker yang tumbuh dengan cepat dan merusak
jaringan lainnya. Berikut ini adalah
perbedaan antara keduanya:
|
KARAKTERISTIK
|
TUMOR
JINAK
|
KANKER
|
|
Jumlah
benjolan
|
Satu
|
Awalnya
satu, kemudian bisa menyebar ke berbagai tempat
|
|
Bentuk
benjolan
|
Bulat
berkantung dengan garis batas tepi jelas
|
Tidak
beraturan, garis batas tepi tidak jelas
|
|
Pertumbuhan
benjolan
|
Cenderung
stagnan
(tetap)
|
Cenderung
cepat membesar
|
|
Lokasi
benjolan
|
Satu
tempat saja (lokal)
|
Banyak
tempat (invasif)
|
1. Inisiasi
tumor : saat suatu
sel mengalami mutasi pertama dan “sinyal mutasi” tersebut diterima oleh sel di
sebelahnya sehingga “sel tetangga” tersebut mengalami mutasi kedua. Mutasi
tersebut disebabkan karena adanya perubahan struktur molekul DNA yang terjadi setelah ligasi antara
karsinogen dengan salah satu nukleotida pada DNA yang akan
mengaktivasi proto-onkogen. Metilasi DNA
pada area promoter pada gen juga dapat meng-inaktivasikan gen penghambat
tumor. Akumulasi
mutasi kemudian terjadi.
2. Promosi tumor : saat onkogen (gen penyebab mutasi)
menyebarkan mutasi sehingga sel mutan mengalami mutasi ketiga dan sel
disekitarnya mengalami mutasi keempat. Hal ini disebabkan karena akumulasi
mutasi berbanding lurus dengan laju proliferasi yang akan menghasilkan populasi sel sebelum mengalami
perubahan genetik lebih jauh. Pada tahap ini, promoter tumor yang dapat meningkatkan jumlah tumor di dalam jaringan mulai bekerja. Selain itu,
promoter tumor juga dapat membentuk heterodimer dengan zat inisiator yang
terlalu lemah untuk menimbulkan dampak karsinogenik dalam bentuk monomernya. Contoh promoter tumor adalah minyak kroton
yang diekstrak dari biji Codiaeum variegatum dengan lintasan senyawa 12-otetradecanoylphorbol-13-acetate melalui
aktivasi protein kinase C.
3. Konversi malignan : saat sel tumor mulai tumbuh
membesar, namun belum mengalami invasi.
4. Angiogenesis
: proses perbanyakan pembuluh darah di sekitar sel yang terjadi karena sel tumor
memiliki kemampuan untuk mensekresikan protein yang
dapat mengaktivasi angiogenesis,
yaitu vascular endothelial growth factor (VEGF)
dan basic fibroblast growth factor (bFGF). Sekresi VEGF
atau bFGF akan mengikat pada sel endotelial dan
mengaktivasi sel tersebut untuk memicu pembentukan pembuluh darah baru. Sel
endotelial akan memproduksi enzim
MMP yang akan
melakukan degradasi terhadap jaringan matriks ekstraselular yang mengandung
protein dan polisakarida, dan berfungsi
sebagai jaringan ikat yang menyangga jaringan parenkima dengan mengisi ruang di
sela-sela selnya. Degradasi jaringan tersebut memungkinkan sel endotelial
bermigrasi menuju jaringan parenkima, melakukan proliferasi dan diferensiasi menjadi
jaringan pembuluh darah yang baru.
5. Progresi tumor
: saat sel tumor sudah mulai merusak membran basal sel darah merah di
sekitarnya sehingga bisa menembus sel endotel.
6.
Metastasis : saat sel tumor mulai menyebar dari lokasi awal ke tempat lain di
dalam tubuh yang masuk ke pembuluh darah, ikut bersirkulasi dalam aliran darah,
dan tumbuh di jaringan normal yang jauh dari tumor asalnya. Saat inilah sel
tumor dapat dikategorikan menjadi sel kanker.


0 comments:
Post a Comment