RSS

PENGOBATAN KANKER


Kanker bukanlah suatu penyakit yang ringan. Langkah awal dalam pengobatan penyakit kanker adalah deteksi dengan benar bahwa gejala yang muncul pada tubuh pasien adalah benar-benar sel kanker ganas. Deteksi ini bisa dilakukan dengan pemeriksaan biopsi, sehingga langkah pengobatan bisa dilakukan secara cepat dan tepat. Langkah berikutnya adalah terapi pengobatan dengan cara konvensional.

      Ada berbagai cara untuk mengobati kanker. Salah satunya adalah kemoterapi. Prinsip kerja pengobatan dengan kemoterapi adalah dengan meracuni atau membunuh sel - sel kanker, mengontrol pertumbuhan sel kanker, dan menghentikan pertumbuhannya agar tidak menyebar. Kemoterapi terkadang merupakan pilihan pertama untuk menangani kanker. Karena kemoterapi bersifat sistematik yang berbeda dengan radiasi atau pembedahan yang bersifat setempat. Oleh karena itu, kemoterapi dapat menjangkau sel-sel kanker yang mungkin sudah menjalar dan menyebar ke bagian tubuh yang lain.
Kemoterapi dapat diaplikasikan dengan 3 cara, yaitu:
  • Kemoterapi sebagai terapi utama (primer) yang memang ditujukan untuk memberantas sel-sel kankernya.
  • Kemoterapi sebagai terapi ajuvan (tambahan) untuk memastikan bahwa kanker sudah bersih dan tak kembali.
  • Kemoterapi sebagai terapi paliatif untuk mengendalikan pertumbuhan sel kanker dan bukan untuk memberantas habis sel kankernya.
Penggunaan kemoterapi berbeda-beda pada setiap pasien, kadang-kadang sebagai pengobatan utama, pada kasus lain dilakukan sebelum atau setelah operasi dan radiasi. Tingkat keberhasilan kemoterapi juga berbeda-beda tergantung jenis kankernya.

      Saat ini terdapat lebih dari 50 obat-obatan kemoterapi yang dapat diberikan melalui intravena infuse ataupun kemoterapi oral. Kemoterapi diberikan dalam satu siklus, biasanya dalam interval 3-4 minggu dalam periode 4-6 bulan. Sebelum kemoterapi dilakukan, biasanya dokter akan mengadakan serangkaian pemeriksaan untuk mengetahui kondisi kesehatan pasien secara umum, termasuk kesehatan fungsi hati dan ginjal.

      Selain kemoterapi, pengobatan dengan radioterapi juga biasanya dilakukan sebelum atau sesudah operasi untuk mengecilkan kanker. Metode ini menggunakan sinar laser berkekuatan tinggi untuk mengobati kanker.  Radioterapi bersifat lokal, artinya hanya mematikan sel-sel kanker di daerah target. Secara umum radioterapi digunakan untuk dua tujuan, yaitu pada pengobatan paliatif ataupun radikal.  Pada pengobatan paliatif, radioterapi biasanya diterapkan pada kasus kanker stadium lanjut yang sudah tak dapat dioperasi. Bertujuan meringankan gejala, misalnya mengurangi rasa sakit, menghentikan perdarahan atau mengurangi kerusakan struktur saraf di sekitar sel kanker. Untuk tujuan ini, radioterapi diberikan dalam jangka pendek misalnya 1 hari atau 1-2 minggu.

      Dokter dapat juga menerapkan radioterapi sebagai terapi primer (radioterapi radikal) untuk tujuan mengecilkan sel kanker dan kemudian dilanjutkan dengan pembedahan. Pada kasus ini, radioterapi biasanya diberikan dengan interval yang lebih panjang, misalnya jeda 4-6 minggu untuk memberikan waktu bagi sel-sel normal memperbaiki dirinya.  Setiap sesi radioterapi biasanya berlangsung antara 1-2 menit dimana pasien tidak akan merasakan sensasi apa-apa saat mesin laser bekerja. 

      Teknologi yang melandasi radioterapi kini telah berkembang sangat pesat sehingga aplikasinya dapat bermacam-macam. Salah satunya adalah pisau gamma, yaitu penggunaan sinar laser untuk pembedahan. Saat ini juga terdapat metode menanamkan kawat atau partikel radioaktif ke dalam tubuh pasien untuk tujuan menghancurkan sel-sel kanker lokal. Namun, metode ini menyebabkan efek sampingseperti kemoterapi.

      Satu lagi bentuk pengobatan kanker yang paling tua, yaitu dengan proses pembedahan. Beberapa kanker sering dapat disembuhkan hanya dengan pembedahan jika dilakukan pada kanker stadium dini, artinya belum menyebar. Jenis pembedahan bervariasi tergantung kankernya. Ada pembedahan yang hanya mengangkat jaringan yang terkena kanker, tetapi pada kasus radikal ada juga pembedahan yang menyebabkan diangkatnya seluruh organ (misalnya rahim atau payudara).

      Untuk beberapa kanker, pengobatan terbaik merupakan kombinasi dari pembedahan, penyinaran, dan kemoterapi. Pembedahan atau penyinaran mengobati kanker yang daerahnya terbatas, sedangkan kemoterapi bertujuan membunuh sel-sel kanker yang berada diluar jangkauan pembedahan maupun penyinaran. Terkadang penyinaran atau kemoterapi dilakukan sebelum pembedahan untuk memperkecil ukuran sel kanker atau setelah pembedahan untuk menghancurkan sisa-sisa sel kanker yang mungkin tersisa.

Pada zaman globalisasi, saat ini telah banyak yang menawarkan pengobatan kanker secara modern, antara lain :
§  ROBOTIC RADIO SURGERY SYSTEM
Metode knifeless (tanpa pisau bedah sesungguhnya) menggantikan operasi pembedahan terbuka dengan partikel radioaktif yang secara akurat diarahkan ke lokasi sel kanker dengan bantuan komputer. Metode ini aman digunakan tanpa merusak jaringan sehat di sekitar sel kanker. Manfaat lain terapi kanker ini adalah pemulihannya lebih cepat serta sisa jahitan bedah hanya sekecil lubang jarum.
§  TRANS-ARTERIAL CHEMO EMBOLIZATION (TACE)
Metode TACE telah digunakan dalam 15 tahun terakhir ini untuk mengobati kasus cirrhosis hati maupun kanker liver yang ukurannya sangat besar (>5 cm) yang sebelumnya tidak dapat dioperasi.  Dalam TACE, sebuah kateter kecil yang berisi obat kemoterapi dosis tinggi diarahkan ke lokasi sel kanker melalui visualisasi X-RAY. Tujuannya untuk memblokir pembuluh darah yang membawa makanan ke sel kanker agar sel tersebut mati kelaparan. Terapi kanker TACE sangat singkat dan pasien hanya perlu beristirahat total 20-24 jam saja. 
§  SELECTIVE INTERNAL RADIATION THERAPY (SIRT) 
Berbeda dengan radioterapi konvensional, SIRT diarahkan langsung ke lokasi sel kanker dan secara selektif akan membakar hanya sel kankernya saja. Dengan terapi ini, dokter kini sanggup melakukan radioterapi di lokasi sel kanker yang sulit dijangkau oleh radioterapi eksternal. Selain itu, SIRT juga menghasilkan 40 kali lipat radiasi yang lebih efektif terhadap sel kanker dibandingkan dengan metode konvensional biasa.
§  RADIO FREQUENCY ABLATION (RFA)
RFA banyak digunakan untuk mengobati kanker di daerah liver, pankreas, ginjal dan tulang. Metodenya adalah dengan memasukkan alat seperti jarum (RFA probe) ke lokasi kanker untuk memasaknya dengan gelombang radio. RFA biasanya dikombinasikan dengan kemoterapi lokal. Terapi kanker dengan metode RFA juga dapat digunakan untuk kasus-kasus kanker tahap lanjut (paliatif care) untuk mengurangi rasa sakit.
§  PERCUTANEOUS ETHANOL ABLATION (PEA)
Metode PEA adalah metode yang sangat mudah, namun tergolong baru dalam mengobati kanker. Caranya adalah dengan injeksi alkohol langsung diarahkan pada sel kankernya. Paling ideal digunakan untuk kasus kanker hati dengan ukuran sel kanker dibawah 3 cm, dan sel kankernya berkantung. Terapi kanker jenis ini juga dapat dipertimbangkan untuk kasus kanker kambuhan yang sebelumnya telah diobati dengan metode minimal invasif lainnya.

      Namun, apapun jenis pengobatan yang dilakukan, pada kenyataannya langkah-langkah tersebut memiliki dampak negatif. Misalnya saja kemoterapi yang dapat menyebabkan kehilangan memori otak, rambut rontok, mual, diare, tidak nafsu makan serta penurunan penglihatan dan pendengaran. Beberapa obat kemoterapi juga dapat mengelupaskan seluruh lapisan organ reproduksi sehingga menyebabkan kemandulan. Sedangkan radiasi, bersamaan dengan fungsinya yang menghancurkan sel kanker, juga menyebabkan luka bakar, meninggalkan bekas luka, dan merusak sel, jaringan, dan organ yang sehat.

      Selain itu, perawatan dini dengan kemoterapi dan radiasi dapat mengurangi ukuran sel kanker, namun penerapan kemoterapi dan radiasi yang berkepanjangan tidak akan menghasilkan pengurangan sel kanker lebih lanjut. Karena pada saat tubuh menanggung beban racun yang berlebihan dari kemoterapi dan radiasi, sistem kekebalan tubuh akan terancam atau hancur, karena itulah seseorang akan mengalami berbagai macam infeksi dan komplikasi. Selain itu, kemoterapi dan radiasi juga dapat menyebabkan sel kanker bermutasi dan menjadi tahan dan sulit untuk dihancurkan. Sedangkan operasi juga dapat menyebabkan sel kanker menyebar ke tempat-tempat lainnya.

      Seiring berjalannya waktu, kini telah banyak pengobatan alternatif yang ditawarkan. Salah satunya adalah pengobatan kanker dengan ramuan herbal, suatu pengobatan dengan menggunakan berbagai macam ekstrak dari tumbuh-tumbuhan. Contohnya, ekstrak dari keladi tikus (Typhonium Flagelliforme), mahkota dewa, buah merah, bawang putih, aloe vera, sirsak, mengkudu, sarang semut, yang dikombinasikan dengan bahan alami lainnya yang diolah secara modern, yang dapat membantu detoxifikasi jaringan darah dan menstimulasi sistem kekebalan tubuh untuk memberantas sel kanker.

Peran utama obat herbal adalah meningkatkan daya tahan tubuh pasien dan melokalisir sel-sel kanker sehingga sel-sel kanker tidak mudah menyebar, dan lebih mudah diangkat, juga tidak bersifat toksik sehingga lebih aman untuk tubuh pasien. Tak heran bila banyak pasien yang beralih ke pengobatan herbal. Karena selain harganya relatif murah, cara kerjanya juga telah terbukti efektif dan tanpa efek samping.

      Ada cara paling efektif untuk melawan kanker, yaitu dengan membuatnya kelaparan dengan cara tidak memberikan makanan yg dibutuhkan dalam sel untuk dapat berkembang biak. Nutrisi yang dibutuhkan oleh sel kanker untuk berkembang biak adalah :
§  Gula. Dengan meniadakan gula dalam asupan makanan itu berarti menghilangkan makanan utama sel kanker.. Pengganti gula, seperti Nutra Sweet, Equal, Spoonful, yang dibuat dari Aspartame tergolong  berbahaya. Sehingga lebih baik diganti dengan yang lebih natural yaitu madu Manuka atau molasses, tapi dalam jumlah yang sedikit. Sedangkan garam meja yang mengandung bahan kimia tambahan dapat digantikan oleh Bragg’s aminos atau garam laut.
§  Susu. Susu menyebabkan tubuh menghasilkan mucus di dalam gastro-intestinal tract (saluran pencernaan) yang merupakan salah satu makanan sel kanker. Oleh karena itu, dengan meniadakan susu dan menggantikannya dengan susu kedelai (tanpa gula), sel-sel kanker akan kekurangan nutrisi.
§  Kopi, teh dan coklat. Makanan dan minuman ini mengandung kafein tinggi yang berbahaya bagi penderita kanker. Oleh karena itu, lebih baik mengonsumsi teh hijau karena mempunyai unsur-unsur yang memerangi kanker.
§  Air. Yang paling baik untuk dikonsumsi adalah air yang sudah di saring guna menghindari racun dan kandungan logam dalam air keran. Hindari air yang sudah melewati proses distilasi karena mengandung asam. 
§  Daging dengan kadar asam yang tinggi. Oleh karena itu lebih baik mengkonsumsi ikan dan sedikit ayam daripada sapi atau babi. Daging juga mengandung antibiotik, hormon tambahan dan parasit –parasit untuk peternakan yang sangat berbahaya untuk penderita kanker. 
§  Protein dari daging yang sulit dicerna. Daging yang tidak tercerna dan tertinggal di saluran pencernaan akhirnya akan membusuk dan menambah timbunan racun. Dengan menghindari makanan mengandung daging, tubuh membutuhkan jauh lebih sedikit enzim untuk mencerna makanan, sehingga sebagian besar enzim dapat menyerang dinding protein pada sel kanker dan selanjutnya memungkinkan bagi sel tubuh untuk menghancurkan sel kanker. 

Oleh karena banyaknya penyebab tumbuhnya sel kanker, penderita juga harus mengetahui hal yang tidak disukasi oleh sel kanker guna menekan jumlah sel kanker pada penderita, yaitu :
§  Sel kanker tidak dapat berkembang dalam lingkungan yang tinggi oksigen. Berolahraga setiap hari dan menghirup nafas dalam-dalam dapat membantu asupan oksigen dalam tahap selular. Terapi oksigen juga salah satu cara yang digunakan untuk menghancurkan sel-sel kanker.
§  Beberapa suplemen menaikan system kekebalan tubuh (IP6, Floressence, Essiac, anti-oxidants, vitamins, mineral, EFAs, dll). Sehingga memungkinkan sel-sel tubuh yang sehat dapat menghancurkan sel-sel kanker. Suplemen lain seperti Vitamin E diketahui menyebabkan apoptosis (kematian sel yang terprogram), metode natural dari tubuh untuk membuang sel-sel yang rusak dan tidak dibutuhkan.
§  Dietari yang 80% berbasis sayuran segar dan sarinya (jus), whole grain, kacang-kacangan dan sedikit buah membantu menjadikan tubuh dalam situasi basa. Sari sayuran segar mengandung enzim-enzim aktif yang dapat diserap dengan mudah dan dapat mencapai titik selular dalam waktu 15 menit untuk memberi makan dan mempercepat pertumbuhan sel-sel sehat. Guna memperoleh enzim-enzim aktif untuk membangun sel sehat, minumlah sari sayuran segar dan makanlah sejumlah sayuran mentah 2-3 kali sehari. Enzim-enzim ini hancur pada temperature 40 derajat Celcius.

Namun bagaimanapun, kesuksesan pengobatan kanker amat bergantung kepada kesabaran, konsistensi dan semangat hidup pasien. Yang tidak kalah penting adalah iman kepada Tuhan dan keyakinan bahwa kanker bukanlah akhir dari segalanya. Kanker hendaknya disadari sebagai ujian hidup yang pasti ada jalan keluarnya.

Kanker adalah penyakit yang melibatkan pikiran, tubuh dan jiwa. Oleh karena itu, bisa juga dilakukan terapi mental. Beberapa hal yang dapat dilakukan dalam hal terapi mental untuk penderita kanker adalah :
·      Menumbuhkan jiwa yang proaktif dan positif.
  • Buanglah dendam dan kebencian. Karena kemarahan dapat menjadikan tubuh dalam situasi tegang dan berkadar asam tinggi.
  • Belajar untuk berjiwa lembut dan pemaaf.
  • Mengelola stress dan menyadari adanya stress.
  • Dukungan moral pada pasien kanker untuk tetap aktif dan ceria.
  • Berempati pada pasien kanker (mamahami beratnya beban mental yang dialami penderita untuk mendukung pemulihan kanker).
  • Optimis dalam menjalankan hidup dan belajar untuk menikmati hidup.
  •  Terapi doa (mendekatkan diri kapada Tuhan).

0 comments:

Powered by Blogger.