Kanker payudara adalah keganasan yang bermula dari sel-sel di
payudara. Hal ini terutama menyerang wanita, tetapi tidak menutup kemungkinan
terjadi juga pada pria. Kanker payudara adalah suatu penyakit dimana sel-sel
ganas terbentuk pada jaringan payudara. Untuk mengerti tentang kanker payudara,
ada baiknya kita pelajari struktur anatomi payudara normal.
Payudara terdiri dari kelenjar yang membuat air susu ibu (lobulus), saluran kecil yang membawa
susu dari lobulus ke puting (duktus),
lemak dan jaringan ikatnya, pembuluh darah, dan kelenjar getah bening. Sebagian
besar kanker payudara bermula pada sel-sel yang melapisi duktus (kanker
duktal), beberapa bermula di lobulus (kanker lobular), dan sebagian kecil
bermula di jaringan.
Sistem getah bening
adalah salah satu cara utama kanker payudara menyebar. Sel-sel kanker payudara
dapat memasuki pembuluh limfe dan mulai tumbuh di kelenjar getah bening. Jika
sel-sel kanker payudara telah mencapai pembuluh getah bening di ketiak (node
axilaris), tandanya adalah pembengkakan kelenjar getah bening di ketiak. Bila
ini terjadi maka kemungkinan besar sel-sel kanker juga masuk ke aliran darah
dan menyebar ke organ tubuh lainnya.
Jenis-jenis Kanker Payudara
1.
Duktal Karsinoma in situ (DCIS)
Merupakan tipe kanker payudara non-invasif yang sel-sel
kankernya berada di dalam duktus dan belum menyebar ke jaringan payudara
disekitarnya. Ketika terdiagnosa DCIS, ahli patologi biasanya akan
mencari area dari sel-sel kanker yang telah mati, disebut nekrosis dalam sampel jaringan. Bila nekrosis ditemukan, maka
kanker agaknya lebih bersifat agresif. Istilah comedocarsinoma kadang digunakan untuk menjelaskan DCIS dengan
nekrosis.
2. Lobular karsinoma
in situ (LCIS)
Merupakan tipe kanker payudara non-invasif yang bermula dari
kelenjar yang memproduksi air susu, tetapi tidak berkembang melewati dinding
lobulus. LCIS
sering tidak menjadi kanker invasive, tetapi wanita dengan kondisi ini memiliki
resiko lebih tinggi untuk berkembang menjadi kanker payudara invasive pada
payudara yang sama atau berbeda.
3. Invasif Duktal Karsinoma (IDC)
Merpakan kanker yang bermula dari duktus, menerobos dinding
duktus, dan berkembang ke dalam jaringan lemak payudara. IDC mungkin
bermetastasis ke organ tubuh lainnya melalui sistem getah bening dan aliran
darah.
4. Invasif Lobular Karsinoma (ILC)
Merupakan kanker yang dimulai dalam lobulus. Seperti IDC, ILC
juga dapat bermetastasis ke bagian lain dari tubuh.
Penyebab
Kanker Payudara
§ Tidak memiliki anak atau hamil di
usia tua
§ Menggunakan Pil KB dalam jangka panjang
§ Menggunakan terapi hormon pasca menopause
§ Tidak menyusui anak
§ Minuman
beralkohol
§ Obesitas atau kelebihan berat badan
§ Kurangnya aktivitas fisik
§ Pernah menjalani terapi radiasi di
dada ketika berusia antara 10-30 tahun
§ Diketahui memiliki mutasi gen BRCA1
atau BRCA2
§ Memiliki riwayat keluarga kanker
payudara, duktal karsinoma in situ (DCIS), lobular karsinoma in situ (LCIS),
atipikal duktus hiperplasia (ADH), atau atipikal lobular hiperplasia (ALH)
Gejala Kanker Payudara
§ Bengkak pada seluruh atau sebagian
payudara
§ Kulit payudara iritasi, kemerahan,
bersisik atau menebal
§ Payudara terasa nyeri
§ Puting susu nyeri atau puting
melesak ke dalam
§ Keluarnya cairan/darah dari puting
(selain ASI)
Deteksi Dini Kanker Payudara
1.
Mamografi
Merupakan suatu pemeriksaan payudara dengan X-ray untuk wanita
berusia 40 keatas (dilakukan setiap tahun). Pada proses ini, payudara pasien ditekan
diantara 2 piring untuk meratakan dan menyebar jaringan.
2.
Uji Payudara Klinis
(UPK)
Merupakan pemeriksaan payudara secara fisik untuk wanita
berusia 20-30 tahun (3 tahun sekali). Dokter akan melihat payudara pasien untuk
mengidentifikasi adanya abnormalitas dalam ukuran dan bentuk atau perubahan
kulit dan puting payudara. Kemudian juga akan dilakukan pemeriksaan secara
mendetail pada payudara pasien dengan menggunakan bantalan jari-jari. Perhatian
khusus akan diberikan pada bentuk dan tekstur dari payudara, benjolan apapun,
dan apakah benjolan tersebut melekat pada kulit atau jaringan yang lebih dalam.
Daerah di bawah kedua lengan juga akan diperiksa.
3.
Pemeriksaan Payudara
Sendiri (SADARI)
Merupakan cara pemeriksaan untuk wanita berusia sekitar 20
tahun. Pemeriksaan ini dilakukan setiap 3 bulan sekali, dengan melihat
perubahan pada payudara seperti adanya benjolan, iritasi kulit, nyeri pada
puting susu atau puting melesek ke dalam, puting susu atau kulit payudara
berwarna kemerahan atau bersisik dan adanya pengeluaran cairan atau darah
(bukan ASI) dari payudara.
Berikut ini adalah langkah-langkah dalam melakukan SADARI :
§ Langkah 1 :
Mulai dengan melihat payudara di cermin dengan posisi pundak tegap
dan kedua tangan di pinggang. Jika
kulit payudara kemerahan, ruam-ruam, mengkerut, terjadi lipatan, ada tonjolan
dan puting berubah dari posisi biasanya, maka periksalah ke dokter.
§ Langkah 2
Saat bercermin, cermati apakah ada cairan yang keluar dari
kedua puting (baik itu cairan bening, berwarna kuning ataupun bercampur darah).
§ Langkah 3
Rasakan payudara dengan cara berbaring. Gunakan pijatan pelan
namun mantap (tapi bukan keras) dengan tiga ujung anda (telunjuk, tengah, dan
manis). Jaga posisi ujung jari datar terhadap permukaan payudara. Gunakan
gerakan memutar, Pijat seluruh payudara dari atas sampai bawah, kiri kanan,
dari tulang pundak sampai bagian atas perut dan dari ketiak sampai belahan
payudara. Atau dapat juga dengan membuat gerakan naik turun. Gunakan pijatan
ringan untuk kulit dan jaringan tepat dibawah kulit, pijatan sedang untuk
bagian tengah payudara, dan pijatan kuat untuk jaringan bagian dalam.
4. Tes Imaging Kanker
Payudara
5. Biopsi
Biopsi ada beberapa jenis. Pertama, biopsi
aspirasi jarum halus (fine needle
aspiration biopsy) dengan mengeluarkan cairan atau jaringan dari benjolan
lewat jarum halus. Kedua, biopsi jarum inti (Core Needle Biopsy): penggunaan jarum yang lebih besar untuk
mengangkat satu atau lebih jaringan inti. Ketiga, stereotactic biopsy yang
dilakukan dengan pengangkatan jaringan yang lebih banyak. Keempat, bedah biopsi (open
biopsy) yang mengangkat semua atau sebagian benjolan. Seluruh massa serta
beberapa jaringan normal di sekitarnya dapat diambil keluar. Jaringan yang
telah diangkat melalui biopsi akan diperiksa di laboratorium oleh ahli patologi
untuk melihat apakah itu jinak (bukan kanker) atau kanker. Jika tidak kanker,
maka tidak ada perlakuan yang lebih diperlukan. Jika kanker, biopsi dapat
membantu untuk memberitahu jenis kanker dan menunjukkan apakah kankernya
invasif atau tidak.
6.
Uji Status Hormon Reseptor
Reseptor adalah protein pada permukaan luar sel yang dapat
melekat pada hormon dalam darah. Estrogen dan progesteron adalah hormon yang
sering melekat ke reseptor beberapa sel kanker payudara sebagai bahan bakar
bagi pertumbuhannya. Sampel biopsi dapat diuji untuk melihat apakah sel-sel
kanker memiliki reseptor untuk estrogen dan progesteron. Jika tidak, sering
disebut sebagai ER-positif. Ini berarti kanker tersebut cenderung memiliki hasil
lebih baik dan jauh lebih mungkin berespons terhadap terapi hormon.
7. Status HER2/neu
Kanker payudara memiliki banyak protein yang disebut
HER2/neu. Kanker dengan adanya peningkatan HER-2/neu disebut
"HER2-positif." Kanker ini tumbuh dan menyebar lebih cepat daripada
kanker payudara lainnya. Pengujian HER2/neu harus dilakukan pada semua wanita
yang baru terdiagnosa kanker payudara. Kanker dengan HER2-positif dapat diobati
dengan obat-obatan target terapi, seperti trastuzumab (Herceptin ®) dan
lapatinib (Tykerb ®).
Stadium Kanker Payudara
Berdasarkan
penentuan stadium kanker dengan sistem TNM,
sistem yang memperhitungkan ukuran kanker dan
penyebaran (T), apakah kanker telah menyebar ke kelenjar getah bening (N), dan
apakah telah bermetastasis (M), stadium kanker dibedakan menjadi stadium 0
sampai IV :
- Stadium 0 (kanker payudara non invasif) : meliputi tipe DCIS (ductal carcinoma in situ) dan LCIS (lobular carcinoma in situ)
- Stadium I : ukuran sel kanker < 2 cm dan
tidak menyerang kelenjar limfe
- Stadium II : ukuran sel kanker 2-5 cm dan
sudah menyerang kelenjar limfe
- Stadium III : ukuran sel kanker > 5 cm dan
benjolan sudah menonjol ke permukaan kulit, pecah ataupun bernanah
- Stadium IV : Sel kanker sudah bermetastesis atau menyebar ke organ lain seperti paru-paru, liver, tulang ataupun otak








0 comments:
Post a Comment