RSS

GEJALA KANKER


Simtoma klinis

Secara umum, gejala klinis kanker bisa dibagi menjadi kelompok :
§  Gejala lokal :
Pembesaran atau pembengkakan yang tidak biasa, pendarahan (hemorrhage), rasa sakit pada tukak lambung.
§  Gejala pembesaran kelenjar getah bening :
Batuk, hemaptisis (dahak berdarah), hepatomegali (pembesaran hati), rasa sakit pada tulang,fraktura pada tulang-tulang yang terpengaruh, dan gejala-gejala neurologis.
§  Gejala sistemik :
Berat badan turun, nafsu makan berkurang, kelelahan dan kakeksia (kurus kering), keringat berlebihan saat tidur, anemia dan perubahan hormonal.
§  Gejala angiogenesis
Pada kanker, terjadi penurunan konsentrasi senyawa penghambat pertumbuhan pembuluh darah baru, seperti trombospondin, angiostatin dan glioma-derived angiogenesis inhibitory factor, dan ekspresi berlebih faktor proangiogenik, seperti vascular endothelial growth factor, yang memungkinkan sel kanker melakukan metastasis.
§  Gejala migrasi sel tumor :
Ditandai dengan degradasi matriks ekstraselular (ECM) dan jaringan ikat yang menyangga struktur sel oleh enzim MMP.


Simtoma paraklinis

Ciri paraklinis umum pada sel kanker adalah produksi asam laktat dan asam piruvat yang tinggi, oksidasi glukosa yang rendah, walau tidak selalu disertai simtoma hipoksia (kekurangan oksigen dalam darah), percepatan lintasan glikolisis dan perlambatan laju fosforilasi oksidatif, serta terjadinya efek Warburg, pergeseran lintasan glikolisis dari anaerobik menjadi aerobik.
Sel kanker memiliki kecenderungan untuk menghasilkan ATP sebagai sumber energi dari lintasan glikolisis daripada lintasan fosforilasi oksidatif. Faktor transkripsi Ets-1 yang ditingkatkan oleh sekresi H2O2 oleh mitokondria merupakan salah satu pemegang kendali pergeseran metabolisme pada sel kanker. Ciri lain adalah rendahnya kadar plasma plasma vitamin C yang ditemukan pada berbagai penderita kanker, baik dari penderita dengan kebiasaan merokok, maupun tidak.
Selain itu, simtoma yang dapat diperhatikan adalah dari segi perubahan morfologi selular. Jaringan kanker memiliki ciri morfologis yang sangat khas saat diamati dengan mikroskop. Diantaranya berupa banyaknya jumlah sel yang mengalami mitosis, variasi jumlah dan ukuran nukleus, variasi ukuran dan bentuk sel, tidak terdapat fitur selular yang khas, tidak terjadi koordinasi selular yang biasa nampak pada jaringan normal dan tidak terdapat batas jaringan yang jelas.
Immunohistochemistry dan metode molekular lain digunakan untuk menemukan ciri morfologis khas pada sel kanker, sebagai rujukan diagnosis dan prognosis. Metode ini menggunakan ekspresi ektopik dari kombinasi antara telomerase transkriptase balik dengan onkogen h-ras dan antigen T dari virus SV40 untuk menginduksi konversi tumorigenik pada sel fibroblas dan sel epitelial manusia, yang terjadi akibat disrupsi pada lintasan metabolik intraselular.
Ciri fenotip dari sel kanker setelah mengalami transformasi antara lain:
§  Peningkatan basofil sitoplasmik.
§  Peningkatan jumlah dan ukuran nuklei.
§  Sulit mati walaupun telah mengalami diferensiasi berkali-kali.
§  Tumbuh kembang yang tidak terhenti, walau telah berdesakan dengan sel di sekitarnya, hingga jaringan kanker memiliki kepadatan yang tinggi.
§  Membutuhkan serum dan faktor pertumbuhan lebih sedikit.
§ Tidak lagi membutuhkan lapisan antarmuka untuk berkembang biak, dan dapat tumbuh sebagai koloni bebas di dalam medium semi padat.
§  Tidak memiliki kendali terhadap siklus sel.
§ Peningkatan ekspresi protein onkogen sebagai akibat dari translokasi, amplifikasi dan mutasi pada kromosom.
§  Tidak terdapat ekspresi protein dari gen "penekan tumor".
§  Perubahan pada metilasi DNA.
§  Tidak terjadi keseimbangan genetis, sehingga proliferasi menjadi semakin tidak terkendali.
§ Perubahan pada pola enzim dan peningkatan enzim yang berperan dalam sintesis asam nukleat dan enzim yang bersifat litik, seperti proteasekolagenase dan glikosidase.
§  Produksi antigen onkofetal, seperti antigen karsinoembrionik dan hormon plasentis (contoh: gonadotropin korionik), atau isoenzim seperti alkalina fosfatase plasentis.
§   Terdapat kelainan transkripsi genetik yang menyebabkan kelebihan produksi zat pendukung pertumbuhan, seperti IGF-2, TGF-α, faktor angiogenesis tumor, PDGF, dan faktor pertumbuhan hematopoietik seperti CSF dan interleukin.
§  Ditemukan translokasi kromosom yang menghasilkan produk kimerik dengan kemampuan transformasi menjadi sel kanker atau mengubah ekspresi onkogen

0 comments:

Powered by Blogger.