1. Pembedahan
Pembedahan
adalah pengobatan yang paling umum untuk kanker otak. Tujuannya adalah untuk
mengangkat sebanyak kankernya dan meminimalisir sebisa mungkin peluang
kehilangan fungsi otak. Operasi untuk membuka tulang tengkorak disebut kraniotomi. Hal ini dilakukan dengan
anestesi umum. Sebelum operasi dimulai, rambut kepala dicukur. Ahli bedah
kemudian membuat sayatan di kulit kepala menggunakan sejenis gergaji khusus
untuk mengangkat sepotong tulang dari tengkorak. Setelah menghapus sebagian
atau seluruh kanker, ahli bedah menutup kembali bukaan tersebut dengan potongan
tulang tadi, sepotong metal atau bahan. Ahli bedah kemudian menutup sayatan di
kulit kepala. Beberapa ahli bedah dapat menggunakan saluran yang ditempatkan di
bawah kulit kepala selama satu atau dua hari setelah operasi untuk meminimalkan
akumulasi darah atau cairan.
Efek
samping yang mungkin timbul pasca operasi pembedahan kanker otak adalah sakit
kepala atau rasa tidak nyaman selama beberapa hari pertama setelah operasi.
Dalam hal ini dapat diberikan obat sakit kepala. Masalah lain yang dapat terjadi adalah
menumpuknya cairan cerebrospinal di otak yang mengakibatkan pembengkakan otak (edema). Biasanya pasien diberikan
steroid untuk meringankan pembengkakan. Sebuah operasi kedua mungkin diperlukan
untuk mengalirkan cairan. Dokter bedah dapat menempatkan sebuah tabung, panjang
dan tipis (shunt) dalam ventrikel
otak. Tabung ini diletakkan di bawah kulit ke bagian lain dari tubuh, biasanya
perut. Kelebihan cairan dari otak dialirkan ke perut. Kadang-kadang cairan
dialirkan ke jantung sebagai gantinya.
Selain itu, infeksi adalah masalah lain yang
dapat berkembang setelah operasi (diobati dengan antibiotik).
Operasi
otak dapat merusak jaringan normal. kerusakan otak bisa menjadi masalah serius.
Pasien mungkin memiliki masalah berpikir, melihat, atau berbicara. Pasien juga
mungkin mengalami perubahan kepribadian atau kejang. Sebagian besar masalah ini
berkurang dengan berlalunya waktu. Tetapi kadang-kadang kerusakan otak bisa
permanen. Pasien mungkin memerlukan terapi fisik, terapi bicara, atau terapi
kerja.
2. Radiosurgery stereotactic
Adalah
tehnik "knifeless" yang
lebih baru untuk menghancurkan kanker otak tanpa membuka tengkorak. CT scan
atau MRI digunakan untuk menentukan lokasi yang tepat dari kanker di otak.
Energi radiasi tingkat tinggi diarahkan ke kankernya dari berbagai sudut untuk
menghancurkan sel kankernya. Alatnya bervariasi, mulai dari penggunaan pisau
gamma, atau akselerator linier dengan foton, ataupun sinar proton.
Kelebihan
dari prosedur knifeless ini adalah
memperkecil kemungkinan komplikasi pada pasien dan memperpendek waktu
pemulihan. Kekurangannya adalah tidak adanya sampel jaringan kanker yang dapat
diteliti lebih lanjut oleh ahli patologi, serta pembengkakan otak yang dapat
terjadi setelah radioterapi.
Namun terkadang
operasi tidak memungkinkan jika kanker terjadi di batang otak (brainstem) atau daerah-daerah tertentu
lainnya. Ahli bedah tidak mungkin dapat mengangkat kanker tanpa merusak
jaringan otak normal. Dalam hal ini pasien dapat menerima radioterapi atau
perawatan lainnya.
3. Radioterapi
Radioterapi
menggunakan X-ray untuk membunuh sel-sel kanker. Sebuah mesin besar diarahkan
pada kanker dan jaringan di dekatnya. Mungkin kadang radiasi diarahkan ke
seluruh otak atau ke syaraf tulang belakang. Radioterapi
biasanya dilakukan sesudah operasi. Radiasi membunuh sisa sel-sel kanker yang
mungkin tidak dapat diangkat melalui operasi. Radiasi juga dapat dilakukan
sebagai terapi pengganti operasi. Jadwal pengobatan tergantung pada jenis dan
ukuran kanker serta usia pasien. Setiap sesi radioterapi biasanya hanya
berlangsung beberapa menit.
Beberapa
bentuk terapi radiasi :
o Fraksinasi : Radioterapi biasanya
diberikan lima hari seminggu selama beberapa minggu. Memberikan dosis total
radiasi secara periodik membantu melindungi jaringan sehat di daerah kanker.
o Hyperfractionation : Pasien mendapat dosis kecil radiasi dua atau tiga kali sehari, bukan jumlah yang lebih besar sekali
sehari.
Efek samping dari radioterapi, dapat
meliputi perasaan lelah berkepanjangan, mual, muntah, kerontokan rambut,
perubahan warna kulit (seperti terbakar) di lokasi radiasi, sakit kepala dan
kejang (gejala nekrosis radiasi).
4. Kemoterapi
Kemoterapi adalah penggunaan satu atau
lebih obat-obatan untuk membunuh sel-sel kanker. Kemoterapi diberikan secara
oral atau dengan infus intravena ke seluruh tubuh. Obat-obatan biasanya
diberikan dalam 2-4 siklus yang meliputi periode pengobatan dan periode
pemulihan.
Ada dua jenis obat kemoterapi, yaitu
temozolomide (Temodar) dan bevacizumab (Avastin), baru-baru ini telah mendapat
persetujuan untuk pengobatan glioma ganas. Kemo jenis ini lebih efektif, dan
memiliki efek samping lebih sedikit jika dibandingkan dengan obat-obatan kemo
versi lama. Temozolomide memiliki keunggulan lain , yaitu bisa secara oral.
Untuk beberapa pasien dengan kasus
kanker otak kambuhan, ahli bedah biasanya melakukan operasi pengangkatan kanker
dan kemudian melakukan implantasi wafer yang mengandung obat kemoterapi. Selama
beberapa minggu, wafer larut, melepaskan obat ke otak. Obat tersebut kemudian
membunuh sel kankernya. Efek
samping dari kemoterapi, antara lain mual dan muntah, sariawan, kehilangan
nafsu makan, rambut rontok, dan banyak lainnya.




0 comments:
Post a Comment