RSS

KANKER SERVIKS


Kanker serviks adalah keganasan yang terjadi pada leher rahim. Kanker serviks terbentuk sangat perlahan. Pertama, beberapa sel berubah dari normal menjadi sel-sel pra-kanker dan kemudian menjadi sel kanker. Ini dapat terjadi bertahun-tahun, tapi kadang-kadang terjadi lebih cepat. Perubahan ini sering disebut displasia. Untuk dapat memahami kanker serviks, ada baiknya kita memahami terlebih dahulu anatomi rahim wanita. 
Leher rahim (serviks) adalah bagian bawah uterus (rahim). Rahim memiliki 2 bagian. Bagian atas, disebut tubuh rahim, adalah tempat di mana bayi tumbuh. Leher rahim, di bagian bawah, menghubungkan tubuh rahim ke vagina, atau disebut juga jalan lahir. 


Ada 2 jenis utama kanker serviks. yaitu karsinoma sel skuamosa dan adenokarsinoma. Karsinoma sel skuamosa terbentuk dari sel-sel yang menutupi permukaan serviks. Sedangkan adenokarsinoma dimulai pada sel-sel kelenjar yang membuat lendir.


Penyebab Kanker Serviks
§  Infeksi Human Papilloma Virus (HPV) yang ditularkan melalui kontak kulit
§  Merokok
§  Infeksi HIV (Human Immunodeficiency Virus)
§  Infeksi Klamidia, bakteri yang menyerang organ wanita dan tersebar melalui hubungan seksual.
§  Diet rendah sayuran dan buah-buahan
§  Obesitas  
§  Riwayat Keluarga
§  Penggunaan pil KB dalam jangka panjang
§  Memiliki Kehamilan lebih dari 3 kali
§  Hamil pertama pada usia dibawah 17 tahun
§  DES (diethylstilbestrol), obat hormon yang pernah digunakan yang berada dalam bahaya keguguran. Anak-anak wanita dari para wanita yang menggunakan obat ini, ketika mereka hamil berada dalam resiko terkena kanker serviks sedikit lebih tinggi. 


Pencegahan Kanker Serviks

1.    Test Pap Smear
Test ini digunakan mengetahui apakah ada infeksi, radang, atau sel-sel abnormal dalam serviks. Test Pap smear dapat dilakukan bila tidak dalam keadaan haid ataupun hamil. Untuk hasil terbaik, sebaiknya tidak berhubungan intim minimal 3 hari sebelum pemeriksaan. Berikut adalah gambar ilustrasi dari prosedur tes pap smear.

                     
Gambar 1 : dokter memasukkan (alat) speculum ke dalam liang vagina untuk menahan dinding vagina tetap terbuka. 
Gambar 2 : Cairan/lendir rahim diambil dengan mengusapkan spatula. 
Gambar 3 : Usapan tersebut kemudian dioleskan pada objek glass.
Gambar 4 : Sampel siap dibawa ke laboratorium patologi untuk diperiksa.

    1.              Para wanita harus mulai melakukan tes Pap smear sekitar 3 tahun setelah mulai melakukan hubungan seks, tetapi tidak lebih tua dari usia 21 tahun. Pengujian harus dilakukan setiap tahun jika tes Pap smear biasa digunakan, atau setiap 2 tahun sekali jika Pap smear berbasis cairan.
    3.        Dimulai pada usia 30 tahun, para wanita yang mempunyai hasil tes normal sebanyak 3x berturut-turut mungkin dapat menjalani tes Pap smear setiap 2 sampai 3 tahun sekali. Atau dengan menjalani tes Pap smear setiap 3 tahun sekali plus tes HPV DNA. Wanita yang memiliki faktor resiko tertentu (seperti infeksi HIV atau punya imunitas lemah) harus mendapatkan tes Pap smear setiap tahun.
                                                                                     
2.    Metode IVA (Inspeksi Visual dengan Asam Asetat)
      IVA digunakan untuk mendeteksi abnormalitas sel serviks Anda setelah mengoleskan larutan asam asetat (asam cuka3-5%) pada leher rahim. Asam asetat menegaskan dan menandai lesi pra-kanker dengan perubahan warna agak keputihan (acetowhite change).
      Berbeda dengan tes Pap smear, pemeriksaan dengan metode IVA dapat dilakukan kapan saja, termasuk saat menstruasi atau setelah keguguran. Bila hasilnya bagus, kunjungan ulang untuk tes IVA adalah setiap 5 tahun. 

3.    Cystoscopy
      Proses saat tabung tipis berlensa cahaya dimasukkan ke dalam kandung kemih melalui uretra untuk mengetahui apakah kanker telah berkembang ke daerah ini. Sampel biopsy juga bisa diambil sekaligus. Cystoscopy memerlukan anestesi bius total.

4.    Proktoskopi
Proses saat tabung tipis terang digunakan untuk memeriksa penyebaran kanker serviks ke area anus.


Penentuan Stadium Kanker Serviks

      Ada 2 sistem yang digunakan pada umumnya untuk memetakan stadium kanker serviks, yaitu sistem FIGO (Federasi Internasional Ginekologi dan Obstetri) dan sistem TNM Kanker. Kedua pemetaan ini mengelompokkan kanker serviks berdasarkan 3 faktor : ukuran kanker (T), apakah kanker telah menyebar ke kelenjar getah bening (N) dan apakah telah menyebar ke tempat jauh (M). 
      Dalam sistem AJCC, stadium menggunakan angka Romawi 0 s/d IV (0-4). Secara umum, angka yang lebih rendah menunjukkan semakin kecil kemungkinan kanker telah menyebar. Angka yang lebih tinggi, seperti stadium IV menunjukkan kanker yang lebih serius. 
  • Stadium 0 (Carsinoma in Situ) : Sel-sel kanker serviks hanya ditemukan di lapisan terdalam leher rahim
  • Stadium I : kanker ditemukan pada leher rahim saja.
  • Stadium II : kanker telah menyebar di luar leher rahim tetapi tidak ke dinding panggul atau sepertiga bagian bawah vagina.
  • Stadium III : kanker serviks telah menyebar ke sepertiga bagian bawah vagina dan mungkin telah menyebar ke dinding panggul.
  • Stadium IV : kanker serviks telah menyebar ke kandung kemih, rektum, atau bagian lain dari tubuh (paru-paru, tulang, liver, dll)
                                

Pengobatan Kanker Serviks

1.    Cryosurgery
Sebuah probe metal yang didinginkan dengan nitrogen cair dimasukkan ke dalam vagina dan pada leher rahim. Ini membunuh sel-sel abnormal dengan cara membekukannya. Cryosurgery digunakan untuk mengobati kanker serviks yang hanya ada di dalam leher rahim (stadium 0).

2.    Bedah Laser
Sebuah sinar laser digunakan untuk membakar sel-sel atau menghapus sebagian kecil dari jaringan sel rahim untuk dipelajari. Pembedahan laser hanya digunakan sebagai pengobatan untuk kanker serviks pra-invasif (stadium 0).

3.    Konisasi (LEEP)
Sepotong jaringan berbentuk kerucut akan diangkat dari leher rahim. Hal ini dilakukan dengan menggunakan pisau bedah atau laser tau menggunakan kawat tipis yang dipanaskan oleh listrik. Pendekatan ini dapat digunakan untuk menemukan atau mengobati kanker serviks tahap awal (0 atau I). Setelah biopsi, jaringan berbentuk kerucut tersebut diangkat untuk diperiksa di bawah mikroskop. Jika batas tepi dari kerucut itu mengandung kanker atau pra-sel kanker, pengobatan lebih lanjut akan diperlukan untuk memastikan bahwa seluruh sel-sel kankernya telah diangkat.

4.    Histerektomi total
Pengangkatan rahim dengan cara operasi di bagian depan perut (perut) atau melalui vagina. Histerektomi digunakan untuk mengobati beberapa kanker serviks stadium awal (I). Hal ini juga digunakan untuk stadium pra-kanker serviks (o), jika sel-sel kanker ditemukan pada batas tepi konisasi.

5.    Histerektomi radikal
Pengangkatan seluruh rahim, jaringan di dekatnya, bagian atas vagina yang berbatasan dengan leher rahim, dan beberapa kelenjar getah bening yang berada di daerah panggul. Operasi ini paling sering dilakukan melalui pemotongan melalui bagian depan perut dan kurang sering melalui vagina. Histerektomi radikal adalah pengobatan yang umum digunakan untuk kanker serviks stadium I.
         
 
6.    Trachelektomi
Trachelectomy radikal memungkinkan wanita dengan kanker stadium awal untuk dapat diobati dan masih dapat mempunyai anak. Metode ini melibatkan pengangkatan serviks dan bagian atas vagina dan meletakkannya pada jahitan berbentuk seperti kantong yang bertindak sebagai pembukaan leher rahim di dalam rahim. Kelenjar getah bening di dekatnya juga diangkat. Operasi ini dilakukan baik melalui vagina ataupun perut.

7.    Ekstenterasi Panggul 
Pada jenis operasi ini, kandung kemih, vagina, dubur dan sebagian usus besar juga diangkat. Operasi ini digunakan ketika kanker serviks kambuh kembali setelah pengobatan sebelumnya. Jika kandung kemih telah diangkat, sepotong usus pendek dapat digunakan untuk membuat kandung kemih baru.

8.    Radioterapi
Radioterapi adalah pengobatan dengan sinar berenergi tinggi (seperti sinar-X) untuk membunuh sel-sel kanker. Pada kanker serviks stadium awal, biasanya dokter akan memberikan radioterapi. Kadang radioterapi juga diberikan sesudah pembedahan. Akhir-akhir ini, dokter seringkali melakukan kombinasi terapi (radioterapi dan kemoterapi) untuk mengobati kanker serviks yang berada antara stadium IB hingga IVA. Yaitu, antara lain bila ukuran sel kankernya lebih besar dari 4 cm atau bila kanker ditemukan telah menyebar ke jaringan lainnya.
Radioterapi ada 2 jenis, yaitu radioterapi eksternal dan radioterapi internal. Radioterapi eksternal berarti sinar X diarahkan ke area panggul melalui sebuah mesin besar. Sedangkan radioterapi internal berarti suatu bahan radioaktif ditanam ke dalam serviks selama beberapa waktu untuk membunuh sel-sel kankernya.

9.    Brachytherapy
Brachytherapy merupakan salah satu contoh radiasi internal. Baik radium ataupun cesium dapat digunakan. Untuk mencegah komplikasi potensial dari HDR brachytherapy, maka biasanya HDR brachytherapy diberikan dalam beberapa insersi. Untuk pasien kanker serviks, standar perawatannya adalah 5 insersi. Keuntungan HDR brachytherapy adalah antara lain pasien cukup rawat jalan, ekonomis, dosis radiasi bisa disesuaikan, tidak ada kemungkinan bergesernya aplikator.

                      
10. Kemoterapi
Kemoterapi adalah penggunaan obat-obatan untuk membunuh sel kanker. Biasanya obat-obatan diberikan melalui infus ke pembuluh darah atau melalui mulut. Obat tersebut akan menyebar ke seluruh tubuh setelah dimasukan ke aliran darah. Namun, kemoterapi dapat menyebabkan efek samping, antara lain
  • Kehilangan nafsu makan
  • Sakit maag dan muntah
  • Kerontokan rambut jangka pendek
  • Sariawan
  • Meningkatkan kemungkinan terjadinya infeksi
  • Pendarahan atau memar bila terjadi luka
  • Sesak napas dan merasa lelah
  • Menopause dini
  • Hilangnya kemampuan untuk hamil (infertilitas)

0 comments:

Powered by Blogger.